Tanaman Eceng Gondok Menyerap Senyawa Nitrogen

Secara umum tanaman eceng gondok dapat dikelompokkan atau diklasifikasikan sebagai berikut : Kerajaan (Plantae), Divisi (Magnoliophyta), Kelas (Liliopsida). Ordo (Commelinales), Famili (Pontederiaceae), Genus (Eichhornia) dan Spesies (E. Crassipes).

Menurut sejarahnya, eceng gondok di Indonesia dibawa oleh seorang ahli botani dari Amerika ke kebun Raya Bogor. Akibat pertumbuhan yang cepat (3% per hari), eceng gondok ini mampu menutupi seluruh permukaan suatu kolam. Selain memberikan dampak negatif, eceng gondok juga memberikan dampak positif antara lain sebagai bahan organik pembuatan kompos. Kandungan NPK kompos eceng gondok (dalam % berat kering) masing – masing adalah 1,18 N; 1,09 P; 1,40 K, sedang kadar Corganik adalah 17,29 dan rasio C/N sebesar 14,65 (www.seowaps. com, 2012).

Eceng gondok hidup mengapung di dalam air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.

Tanaman Eceng gondok dewasa, terdiri dari akar, bakal tunas, tunas atau stolon, daun, petiole, dan bunga. Daun-daun tanaman eceng gondok berwarna hijau terang berbentuk telur yang melebar atau hampir bulat dengan garis tengah sampai 15 sentimeter. Pada bagian tangkai daun terdapat masa yang menggelembung yang berisi serat seperti karet busa. Kelopak bunga berwarna ungu muda agak kebirua. Setiap kepala putik dapat menghasilkan sekitar 500 bakal biji atau 5.000 biji setiap tangkai bunga. Sehingga eceng gondok dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu dengan tunas dan biji (Rahayu, 2014).

Komposisi Kimia Tanaman Eceng Gondok

Komposisi kimia eceng gondok tergantung pada kandungan unsur hara tempatnya tumbuh dan sifat daya serap tanaman tersebut. Tanaman Eceng gondok mempunyai sifat-sifat yang baik antara lain dapat menyerap logam-logam berat. Senyawa sulfida, selain itu mengandung protein lebih dari 11,5%. Dan mengandung selulosa yang lebih tinggi besar dari non selulosanya sepertilignin, abu, lemak, dan zat-zat lain (Rahayu, 2014).

Eceng gondok memiliki keunggulan dalam kegiatan fotosintesis, penyediaan oksigen dan penyerapan sinar matahari. Bagian dinding permukaan akar, batang dan daunnya memiliki lapisan yang sangat peka. Sehingga pada kedalaman yang ekstrem sampai 8 meter di bawah permukaan air masih mampu menyerap sinar matahari. Serta zat-zat yang larut di bawah permukaan air. Akar, batang, dan daunnya juga memiliki kantung-kantung udara sehingga mampu mengapung di air. Keunggulan lain dari eceng gondok adalah dapat menyerap senyawa nitrogen dan fosfor dari air yang tercemar. Berpotensi untuk digunakan sebagai komponen utama pembersih air limbah dari berbagai industri dan rumah tangga (Rahayu, 2014).

Lihat : Pupuk Nitrogen Untuk Pengetahuan Para Petani Indonesia

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *