Tanaman Caisim atau Sawi dan Tahapan Budidaya Modern

Adapun klasifikasi Sawi atau tanaman Caisim adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Hoeadales
Famili : Cruciferae
Genus : Brassica
Spesies : Brassica junceae L ( Haryanto dkk, 2001 )

Caisim ( Brassica juncea L. ) merupakan tanaman semusim, berbatang pendek hingga hampir tidak terlihat. Daun caisim berbentuk bulat panjang serta berbulu halus dan tajam, urat daun utama lebar dan berwarna putih. Daun caisim ketika masak bersifat lunak, sedangkan yang mentah rasanya agak pedas. Pola pertumbuhan daun mirip tanaman kubis, daun yang muncul terlebih dahulu menutup daun yang tumbuh kemudian hingga membentuk krop bulat panjang yang berwarna putih. Susunan dan warna bunga seperti kubis ( Sunarjono, 2007 ).

Di Indonesia dikenal tiga jenis sawi yaitu: sawi putih atau sawi jabung, sawi hijau dan sawi huma. Sawi putih ( B. Juncea L. Var. Rugosa Roxb. & Prain ) memiliki batang pendek, tegap dan daun lebar berwarna hijau tua,tangkai daun panjang dan bersayap melengkung ke bawah. Sawi hijau, memiliki ciri-ciri batang pendek, daun berwarna hijau keputih – putihan, serta rasanya agak pahit, sedangkan sawi huma memiliki ciri batang kecil – panjang dan langsing, daun panjang – sempit berwarna hijau keputih – putihan, serta tangkai daun panjang dan bersayap ( Rukmana, 1994 ). Di antara sayuran daun, caisim merupakan komoditas yang memiliki nilai komersial dan digemari masyarakat Indonesia. Konsumen menggunakan daun caisim baik sebagai bahan pokok maupun sebagai pelengkap masakan tradisional dan masakan cina. Selain sebagai bahan pangan, caisim dipercaya dapat menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Caisim pun berfungsi sebagai penyembuh sakit kepala dan mampu bekerja sebagai pembersih darah ( Haryanto dkk., 2001 ). Pada dasarnya tanaman caisim dapat tumbuh dan beradaptasi pada hamper semua jenis media. Kemasaman ( pH media yang optimum 5 – 6,5. Sedangkan suhu opimum yang dianjurkan adalah 15 – 200C ( Uum Sumpena, 2014 ).

Adapun cara budidaya tanaman caisim meliputi beberapa tahapan antara lain persemaian, pengolahan / persiapan media tanam, penanaman, pemupukan dan panen. Cara persemaian bibit, benih harus di rendam dengan propamokarb konsentrasi 0,1% selama ± 2 jam. Media semai terbuat dari campuran pupuk kandang dan tanah yang telah dihaluskan dengan perbandingan 1 : 1. Kemudian benih yang sudah disebar ditutup dengan daun pisang atau karung goni selama 2 – 3 hari. Bibit caisim berumur 7 – 8 hari setelah semai maka siap dipindahkan ke lahan utama ( Uum Sumpena, 2014 ).

Pengolahan media tanam dilakukan satu minggu sebelum tanam. Persiapan media tanam tanaman caisim dapat dilakukan dengan cara memasukan tanah / media kedalam polybag. pH yang dianjurkan adalah rendah 6,5. Setelah itu tanah/media yang sudah dimasukan kedalam polybag harus dibuat lubang tanam sedalam 30 cm. Tanaman caisim ditanam dengan menggunakan jarak tanam 20 x 20 cm. Disela – sela pengolahan lahan diberikan pupuk kandang dengan dosis 10 ton/hektar, pupuk Urea 187 kg/hektar, KCl 112 kg/hektar, SP36 300 kg/hektar ( Anas D.Susila, 2006 ). Kemudian setelah media tanam siap untuk ditanam maka bibit caisim yang sudah berumur 7 – 8 hari dapat dipindahkan.

Pemupukan susulan diberikan dengan dosis pupuk Urea 187 kg/hektar dan KCl 112 kg/hektar ( Anas D.Susila, 2006). Pupuk susulan diberikan ketika tanaman berumur 3 minggu setelah tanam. Setelah dilakukan pemupukan susulan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pemeliharaan dapat berupa penyulaman tanaman yang mati, penyiraman secara rutin. Pengendalian organism tumbuhan dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Pengendalian dapat dilakukan secara manual jika jumlah hama masih dalam ambang batas. Namun jika sudah melebihi jumlah ambang batas maka pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida ke hama utama yaitu ulat daun ( Plutella xylostella ). Pengendalian dengan pestisida harus dilakukan dengan tepat baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya. Kegiatan panen dilakukan pada waktu tanaman caisim berumur 35 – 40 hari setelah tanam ( Uum Sumpena, 2014 ).

Lihat :

Tanaman Kopi Robusta Syarat Tumbuh dan Metode Stek

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *