Pupuk Organik Azolla Pada Tanaman Sawi

BAHAN DAN METODE PENELITIAN(pada pupuk organik azolla)

Penelitian ini dilaksanakan di Lahan percobaan Green House (rumah kaca), Laboratorium Penelitian dan Laboratorium Tanah dan Pupuk, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Agustus 2013 sampai dengan Januari 2014

Bahan – bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : Azolla pinnata , benih sawi Varietas Tosakan, polybag ukuran 25 cm x 25 cm, kertas, pupuk Urea, SP-36, dan pupuk KCl, label, sampel tanah, 1 gram sampel tanah, 10 ml K2Cr2O7, 10 ml H2SO4, 5 ml H3PO4, 1 ml DPA, dan 15 ml aquades, sulfat pekat, campuran selenium, 1,55 gram CuSO4 anhidrus, 96,6 gram Na2SO4 anhidrus, 1,55 gram selen, asam borat 1 %, asam sulfat 0,05 N, Natrium Hidroksida 30 %.

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini: sekop, ember, karung dekomposisi, thermometer, cangkul, sekop kecil , pengaduk, tabung reaksi, cepuk plastik, pH meter/pH stick, timbangan kasar, timbangan analitik, meteran/mistar, munchell colour chart, tali rapia, botol timbang , oven, penjepit botol timbangan, desikator, labu kjeldahl 100 ml, alat destruksi, alat penyulingan, gelas ukur 50 ml dan 100 ml, Erlenmeyer 100 ml, buret dan neraca.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode percobaan rumah kaca (Green House) disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan rancangan perlakuan faktor tunggal terdiri dari 7 perlakuan. Masing – masing perlakuan terdiri atas 3 ulangan

Adapun susunan perlakuan sebagai berikut:

  1. Per1akuan P1 : 120 kg N Urea /hektar
  2. Perlakuan P2 : 100 kg N Urea + 20 kg N Kompos Azolla pinnata /hektar
  3. Perlakuan P3 : 80 kg N Urea + 40 kg N Kompos Azolla pinnata /hektar
  4. Perlakuan P4 : 60 kg N Urea + 60 kg N Kompos Azolla pinnata /hektar
  5. Perlakuan P5 : 40 kg N Urea +80 kg N Kompos Azolla pinnata /hektar
  6. Perlakuan P6 : 20 kg N Urea + 100 kg N Kompos Azolla pinnata /hektar
  7. Perlakuan P7 : 120 kg N kompos Azolla pinnata/hektar

Dengan demikian diperoleh 7 unit perlakuan percobaan, tiap unit perlakuan percobaan terdiri atas 3 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 5 unit tanaman yang terdiri atas 2 tanaman korban dan 3 tanaman sampel, sehingga total keseluruhan unit penelitian adalah 105 unit polybag.

Secara garis besar ada tiga analisis yang dilakukan yakni analisis tanah, analisis kompos Azolla pinnata dan pengamatan budidaya tanaman sawi. Parameter analisis tanah meliputi kadar lengas, C-Organik, N-Total tanah dan C/N Rasio. Parameter kompos meliputi warna, bau, dan tekstur. Paramter pengamatan tanaman meliputi pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat segar akar, berat segar tanaman, berat kering daun, berat kering akar, dan berat kering tanaman.Paramter analisis pertumbuhan meliputi Laju Pertumbuhan Relatif (LPR) dan Laju Asimilasi Bersih (LAB). Parameter hasil tanaman meliputi berat segar daun (konsumsi), Indeks Panen (IP) dan hasil tanaman (ton/hektar).

Data hasil pengamatan disidik ragam pada taraf α = 5 % apabila ada beda nyata, untuk menunjukkan rata-rata perlakuan yang berbeda maka dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf α = 5 %. Data hasil analisis disajikan dalam bentuk grafik, tabel, histogram, dan gambar pada penggunaan pupuk organik azolla.

HASIL DAN PEMBAHASAN (penelitian pupuk organik azolla)

Analisis Tanah

Analisis tanah yang telah dilakukan yakni uji Kadar Lengas (KL) , Kadar C-Organik dan N Total Tanah, serta C/N Rasio. Jenis medium tanah yang diuji yakni tanah regosol (entisol). Medium tanah sebelum aplikasi terlebih dahulu diuji untuk mengetahui status Kadar Lengas (KL), dan N Total Tanah pada kondisi kering udara. Dari hasil analisis di laboratorium diperoleh Kadar Lengas (KL) sebesar 1,46 % pada kondisi kadar lengas kering udara. Kadar C-Organik sebesar 3,75 %, Kadar BO 6,47 % dan N-Total tanah sebesar 0,21 %, C/N Rasio sebesar 17,86. Berikut tabel hasil analisis tanah sesudah aplikasi pemupukan.

Dari data yang disajikan pada Tabel 2 hasil analisis kandungan C-Organik, tertinggi yakni perlakuan 120 kg N Urea/hektar (P1) dan 120 kg N Azolla pinnata/hektar (P7). Diduga karena tanah yang digunakan sebagai media tanam telah mengandung bahan organik yang cukup tinggi sehingga kompos Azolla pinnata. tidak memberi peningkatan bahan organik maupun kadar BO secara signifikan.

Berbeda dengan hasil kandungan N-Total tanah pada perlakuan pemupukan setelah aplikasi perlakuan 120 kg N kompos Azolla pinnata /hektar (P7) merupakan N-Total tanah yang paling tinggi jika dibanding dengan perlakuan yang lain. Pada Tabel 2 terlihat bahwa C/N Rasio Tanah regosol (entisol) memiliki rata rata rasio C/N < 20, hal ini mengindikasikan bahwa tanah setelah perlakuan dalam kondisi cukup baik dalam memasok hara yang dibutuhkan tanaman sawi pupuk organik azolla.

Tabel 1. Hasil analisis kondisi Lengas Tanah, Kadar C-Organik , N Total Tanah dan C/N Rasio sesudah aplikasi.

 

Perlakuan C-Organik

(%)

Ket.* N-Total

(%)

Ket.* C/N

Rasio

KL

Kering Udara (%)

P1 3,42 Tinggi 0,24 Sedang 14,25 3,28
P2 2,41 Sedang 0,30 Sedang 8,03 3,35
P3 2,14 Sedang 0,23 Sedang 9,3 3,18
P4 2,14 Sedang 0,24 Sedang 8,92 3,02
P5 2,65 Sedang 0,25 Sedang 10,6 3,02
P6 2,41 Sedang 0,23 Sedang 10,48 3,22
P7 3,23 Tinggi 0,33 Sedang 9,79 3,65
Lihat Juga Pemupukan Bio Organik Pada Tanaman Sawi  : Bagian Pertama dari Materi Penelitian Ini

Sumber Tulisan :  Muhammad Aksan
Judul Materi :  THE RECITATION OF UTILIZATION Azolla pinnata COMPOST TO REDUCE DOSE NITROGEN INORGANIC FERTILIZER IN MUSTARD (Brassica juncea L) GROWTH AND YIELD
Kata kunci :  mustard, inorganic fertilizer, Azolla pinnata, compost, urea

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *