Pupuk Nitrogen Untuk Pengetahuan Para Petani Indonesia

Dalam sistem pertanian, Pupuk Nitrogen merupakan komponen dasar dalam sintesis protein. Nitrogen terdapat dalam protoplasma sel tanaman yang diperlukan untuk semua proses pertumbuhan dan merupakan bagian dari klorofil. Klorofil bertanggung jawab dalam konversi energi matahari menjadi energi yang dapat digunakan dalam proses fotosintesis. Nitrogen mempengaruhi warna hijau pada tanaman dan berperan sangat penting pada pembentukan protoplasma. Oleh karena itu, Nitrogen merupakan komponen yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Di dalam tanaman, Nitrogen dikonversi menjadi asam amino, bahan untuk pembentukan protein. Protein kemudian digunakan untuk pembentukan protoplasma. Oleh karena itu, Nitrogen dikenal sebagai penyusun struktur sel tanaman dan berperan penting dalam pembentukan dan pertumbuhan sel (Dou, H., 2004)

Pupuk Nitrogen umumnya sangat dibutuhkan dalam tanah, sehingga dalam pemupukan Nitrogen perlu memperhatikan berbagai faktor. Bila pupuk Nitrogen diberikan dalam tanah, maka harus dijaga dalam aplikasinya agar tidak mudah tercuci sebelum diserap oleh tanaman. Kehilangan ini dapat diatasi atau dikurangi dengan memasukkan pupuk ke dalam tanah sekitar 5 cm dan menutupinya dengan tanah (Subhan dkk., 2009).

Fungsi Nitrogen

Fungsi Nitrogen, yaitu:

(1) meningkatkan pertumbuhan tanaman,
(2) kadar protein dalam tanah,
(3) meningkatkan tanaman penghasil dedaunan seperti sayuran dan rerumputan ternak,
(4) dan meningkatkan perkembangbiakan mikroorganisme dalam tanah.

Sumber-sumber Nitrogen antara lain:
(1) bersumber dari pupuk buatan pabrik seperti Urea, dan Amonium sulfat,
(2) udara merupakan sumber pupuk Nitrogen paling besar yang dalam pemanfaatananya oleh tanaman melalui perubahan terlebih dahulu. Dalam bentuk amonia dan nitrat yang sampai ke tanah melalui air hujan atau yang di ikat oleh bakteri pengikat Nitrogen,
(3) sumber Nitrogen lainnya pupuk kandang dan bahan-bahan organik lainnya. Gejala kekurangan Nitrogen: tanaman tumbuh kurus kerempeng, daun tua berwarna hijau muda, lalu berubah menjadi kekuning-kuningan. Jaringan tanaman mengering dan mati, buah kerdil, kecil dan cepat masak lalu rontok (Subhan dkk., 2009).

Salah satu pupuk yang mengandung unsur hara N, yaitu pupuk Urea. Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (ammonia) dengan CO2. Pupuk Urea adalah pupuk yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Kandungan N total berkisar antara 45-46 %. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Unsur Nitrogen di dalam pupuk Urea sangatbermanfaat bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan. Manfaat lainnya antara lain pupuk Urea membuat daun tanaman lebih hijau, rimbun, dan segar. Nitrogen juga membantu tanaman sehingga mempunyai banyak zat hijau daun (klorofil). Dengan adanya zat hijau daun yang berlimpah, tanaman akan lebih mudah melakukan fotosintesis, pupuk Urea juga mempercepat pertumbuhan tanaman, seperti tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain (Murbandono, H., 2002)

Pemberian Pupuk Nitrogen Urea dan Pupuk Kandang

Mulyati dkk. (2007) menyatakan, mengenai pemberian pupuk Urea dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan serapan N oleh tanaman tomat. Menunjukkan bahwa pemberian pupuk N yang berasal dari Urea dengan dosis 125 kg/ hektar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman tomat pada umur 7 hari setelah tanam, 14 hari setelah tanam, 21 hari setelah tanam dan kadar N-jaringan tanaman. Tetapi peningkatan takaran menjadi 250 kg/ hektar. Urea sama sekali tidak memberikan tambahan bobot berangkasan kering. Sedangkan pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 hari setelah tanam dan 21 hari setelah tanam, bobot kering tanaman, serapan N. Urea merupakan pupuk N yang mudah larut dan tersedia bagi tanaman, sedangkan pupuk kandang ayam masih. Mengalami proses perubahan bentuk dari N-organik menjadi N anorganik melalui proses aminasi, amonifikasi dan nitrifikasi terlebih dahulu.

Menurut penelitian Effendi dkk. (2007), dosis pupuk Urea berpengaruh nyata pada jumlah daun dan jumlah cabang dan berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman dan bobot kering tanaman. Terhadap pertumbuhan generatif dosis pupuk Urea berpengaruh nyata pada jumlah tandan tiap tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah tiap tanaman dan berpengaruh tidak nyata terhadap berat buah tiap tanaman. Berat buah tiap buah, volume buah. Pengaruh nyata dosis Urea terhadap jumlah daun dan jumlah cabang adalah dengan semakin tinggi dosis yang diberikan semakin meningkatkan komponen pertumbuhan tersebut. Pernyataan tersebut didukung oleh Harjowigeno, S. (1996), berpendapat bahwa unsur N berfungsi untuk memperbaiki pertumbuhan vegetatif. Sehingga tanaman yang tumbuh pada tanah yang mengandung cukup unsur N akan tumbuh lebih baik. Dengan pertumbuhan vegetatif yang baik memungkinkan pertumbuhan generatif akan baik pula.

Pemupukan Pupuk Kompos

Sunarlim dkk. (1999) menyatakan, N yang berasal dari Urea diambil oleh tanaman selama 4 bulan pertama. Sedangkan N yang berasal dari pupuk kompos masih dapat diambil tanaman sampai 8 bulan. Menurut penelitian Santi. T. K. (2006), perlakuan pemberian kompos sebanyak 30% memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan tinggi dan jumlah calon buah tomat. Peningkatan serapan Nitrogen (N) tanaman dapat disebabkan oleh meningkatnya ketersediaan Nitrogen (N) dalam tanah yang bersumber dari bahan organik kompos (Isrun, 2010). Sejalan dengan hasil penelitian Darman, S. (2006) bahwa pemberian pupuk kompos sangat berpengaruh terhadap peningkatan konsentrasi N, P, dan K tanaman.

Lebih lanjut Wahyudi, I. (2009), melaporkan bahwa peningkatan serapan N tanaman ada keterkaitan dengan peningkatan berat kering tajuk. Perbaikan perkembangan akar tanaman, dan peningkatan ketersediaan N tanah. Peningkatan perkembangan tanaman (berat kering tajuk dan berat kering akar) memiliki hubungan dengan perbaikan kondisi tanah. Hal tersebut akan menyebabkan peningkatan kemampuan akar tanaman untuk menyerap air dan unsur hara N dalam tanah.  Pada gilirannya akan menunjang peningkatan perkembangan bagian tanaman di atas permukaan tanah. Kemudian Penggunaan pupuk organik baik berasal dari kompos rami ,maupun pupuk kandang sapi. Dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik (urea) sebanyak 50 kg N/ha (Susi, K., 2014).

Lihat Juga : Pestisida Organik Pada Limbah Tanaman Tembakau

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *