Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis dengan Pupuk Organik Azolla

Jagung manis sangat responsif terhadap pupuk N, agar kebutuhan N terpenuhi dan memberikan nilai tambah dapat menyuburkan tanah tanpa menurunkan produktifitas jagung manis, maka diperlukan penyeimbang berupa pupuk organik yang memiliki kandungan N tinggi. Pupuk organik potensial yang memiliki kandungan N tinggi yaitu Azolla. Azolla dapat ditemukan dalam 3 bentuk yaitu Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis serta menentukan dosis kombinasi pupuk N anorganik dengan aplikasi Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan pada bulan April–Agustus 2012 di desa Tubo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan split-plot. Faktor perlakuan dosis aplikasi pupuk N memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman dan luas daun per tanaman. Kombinasi perlakuan yang dapat menjadi rekomendasi ke petani berdasarkan hasil penelitian yaitu aplikasi kompos azolla dan dosis aplikasi 75% pupuk N dan aplikasi pupuk N 25% dengan aplikasi azolla kering dapat menghasilkan produksi yang optimal.

Keberhasilan peningkatan produktifitas komoditas jagung manis di Indonesia tidak terlepas dari penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus tanpa diimbangi oleh pupuk organik akan memberikan pengaruh buruk terhadap tanah. Penggunaan pupuk anorganik secara intensif untuk mengejar hasil panen yang tinggi akan menyebabkan bahan organik tanah menurun, sehingga produktifitas lahan juga menurun.

Selain produktifitas lahan yang menurun, dalam pengembangan usaha tani jagung manis seringkali menghadapi permasalahan, yaitu harga pupuk anorganik yang semakin lama semakin tinggi dan dampak lingkungan akibat dari pengaplikasian pupuk N yang berlebihan. Sifat unsur hara N yaitu mudah menguap dan ketika musim penghujan yang lama dapat terjadi pencucian unsur hara N yang ikut terhanyut pada aliran air. Aliran air pada sekitar wilayah tersebut terkontaminasi sehingga air menjadi terkontaminasi. Kontaminasi air oleh unsur hara N pada aliran air mengakibatkan pengaplikasian pupuk N anorganik menjadi tidak efisien dari segi harga dan teknik pengaplikasiannya.

Ketika kekurangan unsur hara nitrogen, tanaman menunjukkan gejala pada batang yang rapuh dan mudah roboh. Sehingga pengaplikasian pupuk nitrogen kepada tanaman harus tetap terpenuhi. Menurut Sarief (1986), bahwa ketersediaan nutrisi yang cukup yang dapat diserap untuk pertumbuhan tanaman, merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil. Tanah sebagai tempat tumbuh tanaman harus mempunyai kandungan hara yang cukup untuk menunjang proses pertumbuhan tanaman sampai berproduksi, artinya tanah yang digunakan harus subur. Ketersediaan hara dalam tanah sangat dipengaruhi oleh adanya bahan organik. Hakim et al (1986) menyatakan bahwa bahan organik merupakan bahan penting dalam menciptakan kesuburan tanah. Secara garis besar, bahan organik memperbaiki sifat-sifat tanah meliputi sifat fisika, kimia dan biologi tanah.

Alternatif yang dapat diusulkan pada permasalahan penyediaan pupuk untuk tanaman yaitu mengkombinasikan pupuk N dengan sumber daya alam yang sudah tersedia berupa bahan organik. Andrews (1998) menyatakan bahwa ketika bahan organik yang diaplikasikan mengandung banyak nitrogen maka mikroorganisme tersebut menggunakan nitrogen untuk hidup. Terkadang mikroorganisme melepaskan nitrogen yang berlebih kedalam tanah dalam bentuk amonia. Pada lahan pertanian yang mengandung rendah bahan organik maka mikroorganisme dalam tanah menggunakan atau mengkonsumsi nitrogen untuk memenuhi kehidupannya tanpa melepaskan nirogen ke dalam tanah yang sangat berfungsi bagi tanaman. Azolla dapat menjadi kombinasi alternatif dengan pupuk N anorganik dalam penyediaan unsur hara N pada tanaman. Poerwowidodo (1992), Shekhfani (1993), dan Novizan (2002) menyatakan bahwa N merupakan unsur yang berpengaruh cepat terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman, dan bila kecukupan N maka daun tanaman akan tumbuh besar dan memperluas permukaannya. Azolla memiliki kandungan unsur hara N yang tinggi karena bersimbiosis dengan Anabaena dalam mengikat nitrogen bebas di udara. Azolla sering dijumpai pada lahan sawah dan kolam ikan. Karena dianggap gulma, para petani lantas menyingkirkannya, ditumpuk dan dibuang begitu saja. Setelah Azolla mengalami proses dekomposisi maka humus akan terbentuk sehingga dapat meningkatkan kapasitas cekaman air pada tanah pada memperbaiki draenase dan airasi dalam tanah (Kotpal dan Bali, 2003). Disamping itu pula dengan mengaplikasikan Azolla dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan jalan meningkatkan ketersediaan nitrogen, karbon organik, ketersediaan unsur P dan K (Mandel et al, 1999). Nitrogen dari pupuk organik Azolla baru akan tersedia untuk tanaman padi setelah mengalami mineralisasi dalam tanah.

Pertumbuhan Azolla sangat cepat dan melimpah jumlahnya, terkadang petani menyisihkan Azolla tersebut pada pematang sawah dan membiarkan Azolla tersebut menjadi kering. Beberapa petani juga menjadikan Azolla sebagai bahan kompos. Wujud Azolla yang dapat ditemukan di lapang berupa Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla. Dengan beberapa jenis bentuk azolla sehingga ketersediaan pupuk organik berbahan Azolla menjadi melimpah, murah, dan dapat meningkatkan kandungan bahan organik. Ketiga bentuk Azolla yang tersedia di lapang bisa menjadi bahan kombinasi dengan pupuk N anorganik sebagai penyedia unsur hara N yang seringkali diaplikasikan pada tanaman padi, namun sebenarnya dapat juga diaplikasikan pada tanaman lain seperti tanaman jagung manis karena tanaman jagung manis juga membutuhkan suplai unsur hara N yang merupakan unsur hara makro esensial bagi tanaman. Dengan berbagai banyak keuntungan atau kelebihan dari pengaplikasian pupuk berbahan dasar Azolla sebagai bahan organik tanah, maka pupuk tersebut dapat menjadi bahan kombinasi dengan pupuk N anorganik sehingga suplai nutrisi tanaman jagung manis dapat terpenuhi dan membuahkan produksi yang optimal.

Azolla Kering Pupuk Biofertilizer Kaya Unsun N
Azolla Kering Pupuk Biofertilizer Kaya Unsun N

Kombinasi perlakuan aplikasi pupuk N 100% + kompos azolla, aplikasi pupuk N 75% + kompos azolla, aplikasi pupuk N 100% + azolla kering dan aplikasi pupuk N 25% + azolla kering memiliki produksi bobot jagung tanpa kelobot yang masih dalam kategori potensi produksi jagung sesuai dengan deskripsi benih jagung manis yang digunakan pada penelitian. Aplikasi pupuk N 100% + kompos azolla dan aplikasi pupuk N 75% + kompos azolla memiliki nilai potensi produksi yang lebih tinggi dibandingkan kombinasi perlakuan yang termasuk pada potensi produksi penggunaan benih jagung yang dipakai pada penelitian. Dari kedua kombinasi perlakuan tersebut secara efisien pada penggunaan pupuk N anorganik, maka perlakuan pupuk N 75% + kompos azolla memberikan hasil dan pertumbuhan yang optimal, kombinasi perlakuan pupuk N 75% + kompos azolla juga memberikan residual efek terhadap kondisi kesuburan tanah setelah dilakukan penelitian, yaitu pada aspek persentase N-total tanah menjadi masuk kategori sedang, C/N ratio yang menjadi masuk pada kategori sedang, bahan organik tanah menjadi masuk pada kategori sedang dan nilai KTK tanah yang masuk kedalam kategori tinggi.

Dari penelitian ini, berdasarkan data penunjang nilai kesuburan tanah pada aspek kimia menunjukkan adanya residual efek yang bisa menunjang pertumbuhan tanaman jagung manis pada penanaman selanjutnya. Hairiah et al (2000) menyatakan komponen kualitas bahan organik yang penting adalah rasio C/N, kandungan lignin dan polifenolnya.

Diantara berbagai sistem yang mampu menambat N2 di udara yang dapat digunakan sebagai sumber N pada padi sawah, nampaknya simbiosis Azolla dengan Anabaena merupakan sistem yang memberikan harapan (Sisworo,1990). Disamping itu pula dengan mengaplikasikan Azolla dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan jalan meningkatkan ketersediaan nitrogen, karbon organik, ketersediaan unsur P dan K (Mandel et al, 1999). Nitrogen dari pupuk organik Azolla baru akan tersedia untuk tanaman padi setelah mengalami mineralisasi dalam tanah. Diantara rekomendasi perlakuan aplikasi pupuk N 75% + kompos azolla dan aplikasi pupuk N 25% + azolla kering keduanya bisa menjadi pilihan. Namun, dari keduanya memiliki sisi positif dan

Sisi negatif. Ketika mengaplikasikan pupuk N 75% + kompos azolla pada penelitian hanya dapat mengefisiensikan 25% pupuk N anorganik namun dengan mengaplikasikan kombinasi dengan kompos, proses mineralisasi kompos lebih tersedia cepat dibandingkan aplikasi azolla kering, karena kompos azolla memiliki C/N ratio yang lebih rendah dibandingkan azolla kering. Ketika mengaplikasikan pupuk N 25% + azolla kering dapat mengefisiensikan pupuk N 75% namun proses mineralisasi berjalan lebih lambat karena memiliki nilai C/N ratio lebih tinggi dibandingkan kompos azolla, nilai produksi yang lebih rendah dibandingkan kombinasi perlakuan pupuk N 75% + kompos azolla dan harga azolla kering lebih mahal dibandingkan kompos azolla. Azolla kering memiliki harga yang lebih mahal karena untuk menghasilkan 1 kg azolla kering memerlukan azolla segar lebih banyak dibandingkan untuk menghasilkan 1 kg kompos azolla. Hal tersebut dikarenakan kadar air menentukan bobot azolla kering dan kompos azolla. Upaya yang dilakukan jika menginginkan capaian efisiensi pupuk N 75% pada perlakuan pupuk N 25% + azolla kering sehingga dapat menghasilkan nilai produksi yang sama dengan perlakuan aplikasi pupuk N 75% + kompos azolla yaitu pengaplikasian kompos azolla dapat dimajukan waktu pengaplikasiannya sebelum dilakukan penanaman jagung manis, sehingga terjadi singkronisasi proses mineralisasi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman jagung manis.

KESIMPULAN
Dari ketiga bentuk pengaplikasian azolla, bentuk azolla kering dan kompos azolla memberikan pengaruh positif terhadapa parameter jumlah daun pertanaman, bobot kering per tanaman dan kadar gula jagung dibandingkan aplikasi azolla segar. Namun dengan aplikasi ketiga bentuk azolla tersebut secara umum memberikan perbaikan kesuburan tanah pada aspek kimia tanah antara lain persentase C-Organik, persentase N-total, C/N ratio, persentase bahan organik tanah dan nilai KTK tanah.Kombinasi perlakuan dosis aplikasi pupuk N tertinggi dengan aplikasi azolla yang memiliki kandungan N tertinggi tidak selalu memberikan hasil yang tertinggi pula. Kombinasi perlakuan pupuk N 75% + kompos azolla dan perlakuan aplikasi pupuk N 25% + azolla kering dapat menjadi pilihan untuk mencapai produksi yang optimal namun dapat mengefisiensikan penggunaan pupuk N anorganik dan meningkatkan kesuburan tanah

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *