Peranan Dekomposer Bagi Kesuburan Tanah

Di dalam tanah hidup berbagai jasad renik (mikroorganisme) yang melakukan berbagai kegiatan bagi kehidupan mahkluk hidup lainnya. Atau dengan perkataan lain menjadikan tanah memungkinkan bagi kelanjutan makhluk–makhluk alami dekomposer.

Populasi mikrobiologi yang mendiami tanah, bersama dengan berbagai bentuk binatang. Dan berbagai jenis tanaman tingkat lebih tinggi membentuk suatu sistem kehidupan. Yang tidak terpisahkan dari bahan mineral dan sisa –sisa bahan organik yang ada dalam tanah. Komposisi kuantitatif populasi dalam tanah dan kualitatif alam lingkungannya dapat dikatakan adalah sangat adalah heterotrofik. Yang menggunakan substrat organik untuk mendapatkan energi, serta karbon dan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Dekomposer dapat memecah sel-sel organime lain menggunakan reaksi biokimia yang mengkonversi jaringan organisme mati menjadi senyawa kimia metabolik. Tanpa menggunakan pencernaan internal.

Dekomposer menggunakan organisme yang sudah mati sebagai sumber nutrisi mereka. Contoh-contoh organisme yang tergolong dekomposer : bakteri, fungi dan cacing (Hayat, 2013).

Populasi mikroba tanah yang terdiri atas alga biru-hijau, fitoplankton, bakteri, cendawan, dan aktinomisetes. Pada permukaan dan lapisan olah tanah mencapai puluhan juta setiap gram tanah. Yang merupakan bagian integral dan pembentuk kesuburan tanah pertanian.

Proses daur ulang secara alamiah di permukaan dan lapisan olah tanah yang sangat penting. Bagi kegiatan pertanian tidak terjadi tanpa aktivitas mikroba.

Manfaat Mikroba (dekomposer)

Manfaat mikroba dalam usaha pertanian belum disadari sepenuhnya. Bahkan sering diposisikan sebagai komponen habitat yang merugikan. Karena pandangan umum terhadap mikroba lebih terfokus secara selektif. Pada mikroba patogen yang menimbulkan penyakit pada tanaman (Najata, 2013).

Mikroorganisme perombak bahan organik merupakan aktivator biologis yang tumbuh alami atau sengaja diinokulasikan untuk mempercepat pengomposan dan meningkatkan mutu kompos. Jumlah dan jenis mikroorganime turut menentukan keberhasilan proses dekomposisi atau pengomposan.

Di dalam ekosistem, mikroorganisme perombak bahan organik memegang peranan penting. Karena sisa organik yang telah mati diurai menjadi unsur-unsur yang dikembalikan ke dalam tanah. Dalam bentuk hara mineral N, P, K, Ca, Mg.

Dekomposer banyak digunakan untuk mempercepat proses dekomposisi sisa-sisa tanaman yang banyak mengandung lignin dan selulosa. Untuk meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah.

Di samping itu, penggunaannya dapat meningkatkan biomas. Dan aktivitas mikroba tanah, mengurangi penyakit, larva insek, biji gulma, dan volume bahan buangan. Sehingga dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah (Najata, 2013).

Mikroba perombak dapat dijual dipasaran, yaitu dengan merk EM4, stardec, monodon dan banyak lainnya. Beberapada merk tersebut dipasaran menyebutnya bioaktivator atau dekomposer. Kandungan EM4 adalah bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan jamur fermentasi.

Kandungan stardec adalah kaloni bakteri, pengaktif mikroba tanah, lignolitik, selulotik, proteolitik, lipolitik, aminolitik dan mikroba fiksasi N non simbiotik. Kandungan monodon adalah bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp., Rhizobium sp., Azobacter sp., Actinomycetes sp., Bacillus sp., Ragi dan enzim-enzim tanah.

Fungi perombak bahan organik umumnya mempunyai kemampuan yang lebihbaik dibanding bakteri dalam mengurai sisa-sisa tanaman (hemiselulosa,selulosa dan lignin). Umumnya mikroba yang mampu mendegradasi selulosa juga mampu mendegradasi hemiselulosa (Najata, 2013).

Lihat : Tanaman Eceng Gondok Menyerap Senyawa Nitrogen

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *