Pengkajian Teknologi Pertanian Nilai Gizi Azolla

Tanaman Azolla sebagai jenis tumbuhan yang dapat dijadikan makanan penganti untuk berbagai hewan terutama unggas, ikan dan ternak. Azolla merupakan jenis pakan alami yang dapat digunakan untuk pakan ikan, dan pakan ternak . Nilai gizi azolla dapat digunakan untuk menyuburkan sawah dan meningkatkan produksi. dengan menjadikannya pupuk hijau. Hebatnya pupuk azolla dapat meningkatkan hasil panen sampai 158% per tahun menurut beberapa laporan.

Azolla dapat diberikan langsung untuk pakan, untuk azolla basah dapat langsung dimakan ikan, ternak, dan unggas.
Sedangkan untuk azolla kering dapat dicampur dengan pakan buatan atau pelet. untuk menambah nilai gizi.

Nilai Gizi azolla sebagai pupuk dan pakan
1. Untuk pemanfaatan azolla untuk pupuk dalam berat kering nilai gizinya sebagai berikut :
•    Nitrogen (N) 3-5%
•    Phosphor (P) 0,5-0,9 %
•    Kalium (K) 2 – 4,5 %
•    Sedangkan hara mikronya berupa
•    Calsium (Ca) 0,4 – 1 %,
•    Magnesium (Mg) 0,5 – 0,6 %,
•    Ferum (Fe) 0,06 – 0,26 % dan
•    Mangaan (Mn) 0,11 – 0,16 %.

2. Untuk pemanfaatan azolla sebagai pakan sebagai pakan ternak dan ikan dengan memberikan azolla segar yang masih muda. Dengan kandungan nilai gizi sebagai berikut :
•    Kandungan protein misalnya, mencapai 31,25 %,
•    lemak 7,5 %,
•    karbohidrat 6,5 %,
•    gula terlarut 3,5 % dan
•    serat kasar 13 %.

Untuk Itik Azolla dapat dicampur kedalam pakan buatan denga  komposisi 15% dari total pakan itik. Hal ini dapat menghemat biaya pakan sebesar 15% otomatis anda mendapatkan keuntungan lebih besar

Kegunaan Tanaman Azolla

  • penghijau dan penjernih air kolam ikan, sawah, kolam terpal, kolam semen, taman air
  • pakan alternatif alami ikan gurame, nila, mas, koi, lele, hias, lele, belut, patin
  • pakan alternatif ayam, bebek, entog, angsa, broiler, pelung, bangkok, buras
  • pakan alternatif / pengganti rumput utk sapi, kambing, kerbau, domba tanpa ngarit /kemarau
  • bahan baku pupuk hijau dan kompos alami utk tanaman pekarangan, sawah, kebun, lahan gambut
  • sebagai pengurai air limbah dan lahan kritis berair misal : bekas galian c, air TPA sampah, kolam pemancingan
  • penstabil keasaman air / PH terutama kolam terpal, bak semen, toren cor tebar padat
    Cara memperbanyak azolla
  • Siapkan kolam makin lebar makin baik. Misal kolam ukuran 3×2. dengan ketinggian 20 cm
  • siapakan kotoran ayam atau kotoran sapi atau kerbau. campurkan kotoran dengan tanah dengan komposisi kotoran : tanah sebesar 5 : 5
  • Masukkan tanah yang sudah dicampur kotoran. kedalam kolam dengan kedalaman sekitar 5-10 cm.
  • Kemudian masukkan air.
  • Setelah selesai masukkan starter azolla atau bibit azolla yang sudah anda beli.
Azolla Caroliniana
Azolla Caroliniana

Azolla sebagai Pupuk Nitrogen

Penambahan nitrogen dengan pemberian bahan organik dapat dilakukan melalui pemberian pupuk kandang dan azolla. Kemampuan azolla menambat N mencapai 1,4 kg N/ha/hari (Sri Nuryani Hidayah Utami, 2012). Pemberian dosis pupuk nitrogen sebanyak 50 % (100 kg/ ha) dan pemberian Azolla michrophylla sebanyak 1,13 ton/ ha memberikan hasil yang baik pada parameter tinggi tanaman 2-6 MST, jumlah anakan 2-7 MST (Nurmayulis dkk, 2011).

Menurut (Haryanto, 2008) pemupukan  dengan  pupuk buatan yang dikombinasikan dengan azolla dapat  meningkatkan produksi sekitar 10-30 % dibandingkan dengan pemupukan dengan pupuk urea pada takaran rekomendasi. BATAN menambahkan bahwa penggunaan azolla dapat menghemat penggunaan pupuk Nitrogen anorganik sebanyak 25-50 %.
Tyasmoro (2006), menyatakan bahwa pemberian azolla mengakibatkan peningkatan pertumbuhan tanaman padi. Untuk komponen luas daun dan berat kering total tanaman juga lebih tinggi dibanding perlakuan azolla tanpa urea dan urea tanpa azolla (Rahmatika, 2009). Perhitungan nilai R/C ratio tertinggi terdapat pada perlakuan 75% N azolla + 25% N urea yakni sebesar 4,96 artinya setiap rupiah investasi pada   usaha tani ini menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 4,96,-.

Pemberian bahan organik dapat meningkatkan luas daun dan berat kering tanaman. Nitrogen yang cukup tersedia pada fase vegetatif menghasilkan jumlah anakan yang banyak dan luas daun yang lebih tinggi. Unsur N, P dan K yang cukup tersedia pada perlakuan kombinasi persentase N azolla dan N urea menghasilkan luas daun dan indeks luas daun yang tinggi. Seiring dengan peningkatan luas daun, maka produk biomassa yang dihasilkan juga tinggi.
Lapisan  azolla  di  atas permukaan lahan sawah dapat menghemat penggunaan urea sebanyak 50 kg/ha, jika perkembangan azolla sangat tinggi bisa menghemat penggunaan pupuk urea sampai 100 kg/ha (Kusumo, 2008). Selanjutnya pemberian kompos azolla dengan dosis 6 ton/ ha memberikan hasil terbaik tanaman padi sawah sebesar 12,05 ton/ ha atau meningkatkan berat produksi gabah sebesar 21,03% (Kaimuddin, Bachrul Ibrahim dan Lina Tangko. 2008; Anna Hedhiati. 2008 dalam Gunawan, 2014).

Manfaat Azolla Sebagai Pakan Ternak

Sebagai pakan ternak, kandungan gizi azolla cukup tinggi. Kandungan protein mencapai 31,25 %, lemak 7,5 %, karbohidrat 6,5 %, gula terlarut 3,5 % dan serat kasar 13 %. Untuk pakan bebek, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur 2 – 3 minggu) dicampur dengan ransum pakan bebek. Berdasarkan hasil penelitian, campuran Azolla 15 % ke dalam ransum, terbukti tidak berpengaruh buruk pada bebek. Produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Ini berarti penggunaana azolla bisa menekan 15 % biaya pembelian pakan bebek.Hal ini tentunya menguntungkan bagi peternak karena bisa mengurangi biaya pembelian pakan.

Jumlah anakan pada umur umur 6 minggu tertinggi juga dicapai pada pemberian azolla sebanyak 400 gr/pot yaitu sebanyak 24 anakan, sementara berat kering brangkasan tertinggi juga pada pemberian azolla sebanyak 400 gr/ pot yaitu sebesar 62,93 gram (Gunawan, 2014).

Meski sudah diperkenalkan dan dipopulerkan sejak awal tahun 1990-an, ternyata belum banyak petani yang memanfaatkan tanaman azolla (Azolla pinnata) untuk usaha taninya. Padahal manfaat tanaman air yang satu cukup banyak. Selain bisa untuk pupuk dan media tanaman hias, azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan.

Selain untuk pupuk dan media tanam, azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya itik dan beragam jenis ikan omnivora dan herbivora. Sebagai pakan ternak, kandungan gizi azolla cukup menjanjikan. Kandungan protein misalnya, mencapai 31,25 persen, lemak 7,5 persen, karbohidrat 6,5 persen, gula terlarut 3,5 persen dan serat kasar 13 persen.

Bila digunakan untuk pakan itik, penggunaan azolla segar yang masih muda (umur 2 – 3 minggu) dicampur dengan ransum pakan itik. Berdasarkan hasil penelitian, campuran azolla 15 persen ke dalam ransum ini, terbukti tidak berpengaruh buruk pada itik. Maksudnya, itik tetap menyantap pakan campuran azolla ini dengan lahapnya. Produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Ini bearti penggunaan azolla bisa menekan 15 persen biaya pembelian pakan itik. Tentu saja hal ini cukup menguntungkan peternak karena bisa mengurangi biaya pembelian pakan itik.

Sama seperti untuk itik, bila akan dimanfaatkan untuk pakan ikan, azolla bisa diberikan secara langsung dalam keadaan segar. Boleh juga dengan mengolahnya terlebih dulu menjadi tepung. Tepung azolla ini, selanjutnya digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat pakan buatan (pelet) untuk ikan.

Berdasarkan kaji terap di lapangan, dalam keadaan segar azolla bisa diberikan untuk pakan ikan gurami, tawes, nila dan karper. Dengan pemberian pakan berupa azolla, terbukti ikan tetap bisa tumbuh pesat. Tak kalah dengan ikan lainnya yang diberi pakan buatan berupa pelet.Di saat harga pupuk, pakan ternak dan ikan mahal seperti belakangan ini, tak ada salahnya bila azolla ini menjadi salah satu alternatif pilihan yang secara finansial cukup menguntungkan. Baik digunakan sendiri secara langsung atau untuk dibisniskan

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *