Habitat Jamur Tiram dan Faktor Perkembangannya

Jamur tiram merupakan jamur kayu yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Nama jamur tiram diambil dari bentuk tudungnya yang melengkung, lonjong, dan membulat menyerupai karang atau cangkang tiram dengan bagian tepi yang bergelombang. Untuk membudidayakan para petani harus mengetahui habitat jamur tiram, syarat tumbuh jamur tiram itu sendiri agar jamur tiram dapat tumbuh maksimal sesuai dengan habitat jamur tiram itu sendiri.

Jenis – Jenis Jamur Tiram

Jamur tiram disebut juga dengan oyster mushroom. Bentuk tudungnya menyerupai cangkang kerang atau tiram dengan bagian tepi agak bergelombang. Letak tangkai tudungnya tidak tepat di tengah tetapi terletak agak kesamping. Ada berbagai macam warna jamur tiram tergantung dari jenisnya. Jenis-jenis jamur tiram :

  1. Jamur tiram putih, berwarna putih susu hingga putih kekuningan, dan memiliki diameter tudungnya sekitar 3 – 14 cm.
  2. Jamur tiram coklat, berwarna putih dengan sedikit keabuan hingga berwarna abu-abu kecoklatan, dan memiliki diameter tudungnya 5 – 12 cm.
  3. Jamur tirram pink, berwarna kemerahan.
  4. Jamur tiram abu-abu, berwarna abu-abu kecoklatan hingga kuning kehitaman. Memilliki diameter tudungnya 6 -14 cm.

Struktur Tubuh Jamur Tiram

Tubuh buah jamur tiram dibedakan menjadi 2 yaitu tudung dan batang. Seluruh bagian jamur tiram dapat dikonsumsi dan teksturnya yang seperti berserat membuatnya seperti serat-serat dada daging ayam.

Batang jamur tiram bertindak sebagai penopang tudungnya, sedangkan pada tudung terdapat organ reproduksi yaitu ribuan kantung spora yang menempel pada lamela. Bentuk lamela sendiri menyerupai insang ikan, berlapis-lapis atau lembaran. Letak lamella berada tepat dibawah tudung dan sedikit kearah batang. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini mengenai ciri fisik jamur tiram:

  1. Permukaan tudung jamur agak licin, mengkilap, dan berminyak jika dalam keadaan lembab.
  2. Bilah jamur tersusun agak rapat. Ketika muda, bilah ini berwarna putih. Namun, semakin tua warnanya berubah menjadi krem kekuningan.
  3. Batangnya terletak di samping tudung. Ukurannya sangat pendek, yakni 1 – 3 cm, berwarna putih, dan halus.
  4. Tubuh buahnya berbentuk rumpun dan memiliki banyak cabang yang menyatu pada satu media.
  5. Daging buah berwarna putih pucat. Semakin tua, daging buah menjadi semakin keras.
  6. Inti plasma dan spora jamur tiram berbentuk sel-sel lepas atau bersambungan.
  7. Calon tubuh buah jamur atau yang disebut dengan pin head akan terbentuk pada titik-titik pertemuan percabangan miselium. Selanjutnya, calon tubuh buah ini akan berkembang menjadi tubuh buah jamur

Habitat Jamur Tiram

Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang dalam media yang terbuat dari serbuk kayu yang dikemas dalam kantong plastik. Pertumbuhan jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, sebelum melakukan budidaya jamur tiram harus mengetahui mengenai kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. Pada kehidupan alaminya jamur ini tumbuh di hutan dan biasanya tumbuh berkembang di bawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu. Jamur Pleurotus ini tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak .

Ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan kehidupan jamur, yaitu :

1) Suhu /Temperature

Serat (miselium) jamur tiram putih tumbuh dengan baik pada kisaran suhu antara 23-28 °C, artinya kisaran temperature normal untuk pertumbuhannya. Waluapun begitu, dengan temperature di bawah 23 °C, miselium jamur masih dapat tumbuh meskipun memerlukan waktu yang lebih lambat sedangkan untuk pertumbuhan tubuh buahnya yang bentuk seperti cangkang tiram, memerlukan kisaran suhu antara 13-15 °C selama 2 sampai 3 hari.

Bila nilai temperature rendah tersebut tidak didapatkan, maka ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu pertumbuhan tumbuh buah jamur tidak akan terbentuk, yang berarti pemeliharaan tidak berhasil, atau walaupun terbentuk maka waktu yang diperlukan akan lama karena habitat jamur tiram tidak maksimal. Tetapi walaupun demikian fase kedua jamur tiram putih tersebut masih dapat tumbuh pada rentang suhu 12-37,8 °C.

2) Kelembaban

Kelembaban tinggi merupakan syarat utama yang harus terpenuhi dalam budidaya jamur tiram. Pada pembentukan miselium diperlukan kelembaban relatif 70% – 80%, sedangkan saat pembentukan tubuh buah diperlukan kelembaban sekitar 80% – 90%. Meski demikian jamur tiram cukup toleran terhadap kelembaban 60 – 70 %.

Kandungan air di dalam subtract sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur. Terlalu sedikit air akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan akan terganggu, bahkan terhenti sama sekali. Namun, apabila terlalu banyak air, miselium akan membusuk dan mati. Kandungan air di dalam subtract tanaman akan didapat dengan baik bila dilakukan penyiraman. Jamur tumbuh baik dalam keadaan yang lembab, tetapi tidak menghendaki genangan air. Miselium jamur tiram tumbuh optimal pada subtract yang memiliki kandungan air sekitar 60%. Sedangkan untuk merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh buah, memerlukan kelembaban udara sekitar 70-85% agar habitat jamur tiram maksimal.

3) Cahaya

Miselium jamur tiram putih tumbuh optimal pada keadaan gelap. Sebaliknya, tubuh buah jamur tidak dapat tumbuh pada tempat gelap. Cahaya diperlukan untuk merangsang pertumbuhan tubuh buah. Tangkai jamur akan tumbuh kecil dan tudung tumbuh abnormal bila saat pertumbuhan primordial tidak memperoleh penyiraman agar habitat jamur tiram berkembang maksimal.

Akan tetapi, cahaya matahari yang menembus secara langsungdapat merusak dan menyebabkan kelayuan, serta ukuran tudung yang relatif kecil. Pertumbuhan jamur hanya akan memerlukan cahaya yang bersifat menyebar. Oleh karena itu, diperlukan peneduh pohon di dekat bangunan tempat pemeliharaan jamur.

4) Udara

Jamur tiram putih adalah tanaman saprofit fakultatif aerobic yang membutuhkan oksigen sebagai senyawa untuk pertumbuhannya. Sirkulasi udara yang lancar akan menjamin pasokan oksigen. Terbatasnya pasokan oksigen udara di sekitar tempat tumbuh jamur dapat mengganggu habitat jamur tiram pada pertumbuhan tubuh buah.

Jamur tiram juga yang tumbuh pada tempat yang kekurangan oksigen memiliki tubuh buah kecil dan abnormal. Tubuh buah jamur yang tumbuh pada tempat yang kekurangan oksisgen akan mudah layu dan mati. Jamur tiram juga memerlukan sirkulasi udara segar untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, harus diberi ventilasi agar pertukaran udara dapat berjalan secara baik sesuai dengan habitat jamur tiram.

Pertumbuhan miselium jamur memerlukan kandungan karbon dioksida yang agak tinggi, yaitu 15%-20%. Tetapi, jamur tiram yang tumbuh pada tempat yang mengandung karbo dioksida yang terlalu tinggi memiliki tubuh buah yang abnormal. Biasanya, tudung jamur tiram tumbuuh relatif kecil dibandingkan tangkainya.

5) Derajat Keasaman (pH)

Miselium jamur tiram putih tumbuh optimal pada pH media yang sedikit asam, yaitu antara 5,0-6,5. Nilai pH medium diperlukan untuk produksi metabolism dari jamur tiram putih, seperti produksi asam organic.

Kondisi asam dapat menyebabkan pertumbuhan miselium jamur tiram terganggu, tumbuh kontaminasi oleh jamur lain, bahkan menimbulkan kematian jamur tiram putih. Kondisi pH yang terlalu tinggi (basa), dapat menyebabkan system metabolism dari jamur tiram putih tidak efektif. Bahkan, menyebabkan kematian. Habitat jamur tiram Tubuh buah jamur tiram tumbuh optimal pada pH lingkungan yang mendekati normal (pH 6,8-7,0).

Kandungan Gizi Jamur Tiram

Jamur merupakan sumber makanan yang memiliki nilai gizi tinggi. Kandungan lemaknya yang rendah menyebabkan jamur layak untuk dikonsumsi, jamur juga dapat diterapkan untuk orang yang sedang melakukan diet. Kandungan nutrisi pada jamur juga terbilang lengkap. Tidak hanya vitamin, jamur juga memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh seperti kalium, kalsium, natrium fosfor, besi, dan magnesium. Selain itu, serta pada jamur juga cukup tinggi, yakni berkisar 7,4 – 27,6 %.

Dibandingkan dengan beberapa jenis sayuran lain, seperti bawang, kubis, jeruk, dan apel, jamur memiliki kandungan protein yang tinggi. Umumnya, terdapat sembilan jenis asam amino esensial yang terdapat pada jamur, di antaranya lysin, methionin, tryptophan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan phenilalanin. Zat gizi lain yang terkandung pada jamur adalah lemak.

Sebagian besar asam lemak jamur merupakan asam lemak tak jenuh yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Zat ini tidak berbahaya walaupun dikonsumsi dalam jumlah besar. Berbeda dengan lemak pada daging yang merupakan asam lemak jenuh yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Jika dikonsumsi dalam bentuk kering, per 100 gram jamur tiram mengandung 35 – 58 mg vitaaamin C dan 4,7 – 4,9 mg per vitamin B2. Selain itu, jamur tiram juga mengandung garam mineral yang presentasenya lebih tinggi daripada daging domba. Kandungan mineral penting di dalam jamur tiram antara lain zat besi (Fe), fosfor (P), kalium (K), natrium (Na), dan Kalsium (Ca).

Manfaat Jamur Tiram

Jamur tiram dengan mudah dapat kita temukan di pasar tradisional maupun supermarket. Biasanya jamur tiram dijual dalam keadaan segar, namun ada juga yang dijual dalam kemasan kaleng yang sudah diawetkan.

Selain memiliki rasa yang enak, jamur tiram juga bergizi tinggi. kandungan protein nabati yang kandunganya mencapai 10 – 30 %. Presentase tersebut menunjukkan bahwa kandungan protein jamur tiram lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan dengan protein di dalam asparagus, kol, dan kentang; empat kali lipat dibandingkan dengan tomat dan wortel; dan enam kali lipat dibandingkan dengan buah jeruk.

Selain beberapa manfaat tersebut, jamur tiram juga memiliki manfaat dalam pengobatan berikut :

a) Meningkatkan Sel Darah Merah (Eritrosit)

Kandungan zat besi dan niasin dalam jamur tiram sangat berguna dalam pembentukan sel-sel darah merah. Kita ketahui, sel-sel darah merah merupakan komponen terbesar dalam darah, jumlahnya 45 – 60% dari total volume darah.

b) Menurunkan Kolesterol

Jamur tiram juga mengandung serat tinggi, sehingga bermanfaat dalam menurunkan kepekatan lemak dalam darah, mengeluarkan kolesterol, dan mencegah penyerapan berlebih dari makanan yang kita konsumsi.

c) Mengobati kanker

Kandungan polisakarida lentinan dalam jamur tiram dipercaya mampu menekan pertumbuhan sel-sel kanker, khususnya kanker kolon. Setidaknya, penderita kanker membutuhkan jamur tiram sekitar 7 kg per minggu atau 1 kg per hari selama 6 bulan untuk pengobatan.

d) Tambahan gizi untuk ibu hamil

Kandungan zat-zat penting lainnya dalam jamur tiram adalah asam folat. Asam folat diperlukan dalam sintesis timidin, yaitu salah satu bagian pembentukan DNA. Karena itu, agar kandungan asal folat di dalam jamur tiram tidak rusak, jamur tiram tidak boleh dimasak dalam yang terlalu tinggi. asam folat ini sangat dibutuhkan pada masa kehamilan, menyusui, metabolisme berlebihan, hingga penderita kanker.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Cabai Pembenihan Sampai Panen

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *