BAB II : Tepung Azolla Sumber Protein Pakan Ternak Ayam

DESKRIPSI AZOLLA
Azolla adalah tanaman pakis air yang berbentuk segitiga atau polygonal, tumbuh mengapung serta mengambang di permukaan air kolam, selokan dan sawah pada daerah beriklim tropis dan sub tropis, genus ini adalah satu-satunya dari keluarga Azollaceae dan memiliki enam sampai delapan spesies yang diakui (TEIXEIRA et al., 1996). Tumbuhan Azolla sebagai pakan ternak ayam dalam taksonomi tumbuhan mempunyai klasifikasi sebagai berikut (ARIFIN, 1996):
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi : Pteridophyta
Kelas : Leptosporangiopsida (heterosporous)
Ordo : Salviniales
Famili : Salviniaceae
Genus : Azolla
Spesies : Azolla filiculoides, Azolla caroliniana, Azolla mexicana, Azolla microphylla, Azolla pinnata, dan Azolla nilotica.
Spesies Azolla yang banyak di Indonesia terutama di pulau Jawa adalah A. pinnata dan biasa tumbuh bersama-sama padi (LUMPKIN dan PLUCKNETT, 1982). Azolla pinnata atau orang Jawa menyebutnya dengan sebutan mata lele, serta orang Sunda menyebutnya sebagai kayu apu dadak atau kakarewoan adalah tumbuhan sejenis paku air yang biasa ditemukan sebagai gulma di perairan tenang seperti danau, kolam, sungai, dan pesawahan.

Pertumbuhannya sangat cepat karena dalam waktu 3 – 5 hari dapat memperbanyak diri menjadi dua kali lipat dari berat segar (BROTONEGORO dan ABDULKADIR, 1976), Azolla pinnata berbentuk segitiga atau segiempat, memiliki ukuran (2 – 4) × 1 cm, dengan cabang, akar rhizoma dan daun terapung, akar soliter, menggantung di air, berbulu, panjang 1 – 5 cm, dengan membentuk kelompok 3 – 6 rambut akar, daun kecil, membentuk 2 barisan, menyirap bervariasi, duduk melekat, cuping dengan cuping dorsal berpegang di atas permukaan air dan cuping ventral mengapung (DE WINTER dan AMORORSO, 2003).

Azolla pinnata ditemukan di daerah tropis Asia (termasuk Asia Tenggara), Cina selatan dan timur, Jepang Selatan, Australia Utara dan di daerah tropis Afrika Selatan (termasuk Madagaskar) (CROFT, 1986; HOLM et al., 1997) menyatakan bahwa Azolla pinnata dapat beradaptasi pada daerah dengan kondisi iklim yang panjang. Kebutuhan utama Azolla pinnata untuk bertahan hidup adalah habitat air, sehingga sangat sensitif terhadap kekeringan, jadi Azolla akan mati dalam beberapa jam jika berada pada kondisi kering.

 Azolla pinnata
Azolla pinnata

Azolla pinnata menyebar secara luas pada wilayah sedang, umumnya sangat terpengaruh pada tingginya temperatur, untuk hidup dengan baik, Azolla pinnata membutuhkan temperatur antara 20 – 25°C, sedang untuk dapat bertumbuh dan berfiksasi nitrogen, Azolla pinnata membutuhkan temperatur 20 – 30°C, Azolla pinnata akan mati jika berada di bawah suhu 5°C dan di atas temperatur 45°C (DE WINTER dan AMORORSO, 2003). Perbanyakan Azolla pinnata dapat dilakukan melalui spora, namun secara umum perbanyakan Azolla pinnata dilakukan secara vegetatif dengan menanam secara langsung (HOLM et al., 1997).
Azolla pinnata sering dimanfaatkan sebagai pupuk organik dalam memproduksi padi di daerah tropis dataran rendah di Asia Tenggara (CROFT, 1986). Azolla pinnata mampu bersimbiosis dengan Anabaena Azollae, simbiosis ini mengakibatkan Azolla pinnata dapat menambat nitrogen dari atmosfir, sehingga selanjutnya dapat digunakan sebagai pupuk organik (DE WINTER dan AMORORSO, 2003).

BAB I Baca Selengkapnya

BAB III Baca Selengkapnya

Sumber Tulisan Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2011 CECEP HIDAYAT, A. FANINDI, S. SOPIYANA dan KOMARUDIN

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *