Bag 6 : Sel Heterokista Pada Anabaena Azollae Mengikat Nitrogen

Jumlah sel heterokis pada Anabaena azolla

Jumlah heterokis pada Anabaena azollae selama penelitian menggambarkan dinamika sel heterokis dari organisme yang ditumbuhkan dalam media yang berbeda. Perlakuan 0 mg/L umumnya mengalami peningkatan jumlah sel heterokis. Jumlah heterokis berfluktuasi selama 21 hari pengamatan. Sebaliknya perlakuan 10 mg/L umumnya mengalami penurunan jumlah sel heterokis. Uji statistik menunjukkan jumlah sel heterokis berbeda nyata antar perlakuan (konsentrasi nitrogen pada azolla) dan antar waktu (P<0,05).

Jumlah heterokis selama 21 hari pengamatan
Gambar 4 Jumlah heterokis selama 21 hari pengamatan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat ditemukan serangkaian filamen tanpa heterokis dan serangkaian filamen yang memiliki sel heterokis dengan interval yang hampir teratur sepanjang selnya. Pada Anabaena azollae yang memiliki sel heterokis, satu sel heterokis ditemukan pada setiap 2-20 sel vegetatif.

Anabaena azollae tanpa sel heterokis dan Anabaena azollae dengan sel heterokis
Gambar 5 (A) Anabaena azollae tanpa sel heterokis (B) Anabaena azollae dengan sel heterokis

Pertumbuhan biomassa Azolla sp.

Pertumbuhan Azolla sp. dapat dilihat dari pertambahan bobot yang dicerminkan melalui RGR dan doubling time (DT) (Tabel 4). Azolla sp pada perlakuan 0 mg/L dapat bertambah 0,065 g/hari (RGR) dan membutuhkan waktu 10 hari untuk menggandakan diri. Nilai RGR dan DT tersebut lebih tinggi dan cepat dibandingkan dengan perlakuan lain. Uji statistik menunjukkan pertumbuhan biomassa Azolla sp. berbeda nyata terhadap perlakuan (konsentrasi nitrogen) (Fhit>Ftab).

Tabel 4 Hasil pengukuran dan perhitungan laju pertumbuhan relatif dan doubling time pada Azolla sp.

Perlakuan Bobot H-0 (g) Bobot H-21 (g) RGR (g/hari) DT (hari)
0 5 19,363 0,0645 10,751
5 5 15,119 0,0527 13,154
10 5 14,213 0,0497 13,933

 Amonium (NH4+)

Perlakuan 0 mg/L umumnya mengalami penambahan konsentrasi amonium pada media di awal pengamatan. Sebaliknya, pada perlakuan 10 mg/L amonium pada media cair umunya mengalami penurunan nilai konsentrasi. Konsentrasi amonium pada perlakuan 0 mg/L lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Analisis statistik menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi amonium pada media antar perlakuan (konsentrasi nitrogen) dan waktu berbeda nyata (P<0,05).

Hasil analisis parameter amonium selama penelitian
Gambar 6 Hasil analisis parameter amonium selama penelitian

Nitrit (NO2)

Nilai nitrit pada ketiga perlakuan berkisar 0,002-0,004 mg/L. Nilai nitrit pada ketiga perlakuan tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada ketiga perlakuan. Hasil analisis statistik menyatakan bahwa perubahan konsentrasi nitrit pada media antar perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Uji statistik terhadap waktu pengamatan menunjukkan bahwa konsentrasi nitrit berbeda nyata terhadap perlakuan (P<0,05).

Hasil analisis parameter nitrit selama penelitian
Gambar 7 Hasil analisis parameter nitrit selama penelitian

Bersambung ke Bagian 7 Baca Selengkapnya atau kembali ke Bagian 1 Baca Selengkapnya


Sumber Tulisan : Goran Suryanti Afifah Sulaiman
Judul Materi : DINAMIKA SEL HETEROKIS PADA Anabaena azollae DALAM MEDIA DENGAN KONSENTRASI NITROGEN BERBEDA
Kata kunci : Anabaena azollae, Azolla sp., Heterokis

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *