Bag 5 : Sel Heterokista Pada Anabaena Azollae Mengikat Nitrogen

Analisis deskriptif pada heterokis (Heterokista)

Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan, atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi (Walpole 1982). Data setiap ulangan dirata-ratakan kemudian disajikan dalam bentuk grafik untuk mempermudah interpretasi data.

Waktu penggandaan (doubling time) Azolla sp.

Doubling time (DT) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui produktivitas Azolla sp. yang kemudian akan digunakan sebagai indikator heterokista dalam memanfaatkan nutrien pada media. DT adalah waktu yang dibutuhkan oleh Azolla sp. untuk menggandakan biomassa dari besarnya biomassa awal. Pendekatan yang digunakan untuk menentukan doubling time adalah pendekatan laju pertumbuhan relatif (Relative Growth Rate/RGR) yakni membandingkan bobot awal dengan bobot akhir biomassa selama pengamatan. Rumus yang dapat digunakan untuk menentukan nilai RGR dan DT Azolla sp. (Mitchell DS 1974) adalah sebagai berikut.

rumus nilai rgr dan dt

Keterangan:

RGR (Relative Growth Rate) : Pertumbuhan spesifik harian (g/hari)
ln : Logaritma natural
W0 : Bobot basah awal (g)
Wt : Bobot basah akhir (g)
ti-t0 : Waktu (hari)
DT (Doubling Time) : Waktu penggandaan biomassa (hari)

Rancangan acak lengkap

Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan untuk mengetahui pengaruh antara perlakuan heterokista yang diberikan terhadap unit uji yang disajikan dalam bentuk Anova (Tabel 2). Pada penelitian ini rancangan acak lengkap (RAL) digunakan untuk melihat pengaruh konsentrasi nitrogen terhadap Biomassa Azolla sp.

Tabel 2 Tabel Sidik Ragam (RAL)

Sumber Keragaman Derajat Bebas Jumlah kuadrat (JK) Kuadrat Tengah (KT) Fhitung Ftabel
Perlakuan p-1 JKP KTP KTP/KTS (α,dbp,dbs)
Sisa P (q-1) JKS KTS
Total Pq-1 JKT

Sumber : Mattjik dan Sumertajaya (2006)

Hipotesis:
H0 : μ1 = μ2 = μ3 ; perlakuan konsentrasi nutrien berbeda tidak berpengaruh terhadap biomassa Azolla sp.
H1 : Setidaknya ada satu perlakuan konsentrasi nutrien berbeda yang berpengaruh terhadap biomassa Azolla sp.
Kesimpulan : H0 = Fhitung<Ftabel (Tolak H0)
H1 = Fhitung>Ftabel (Gagal Tolak H0/ Terima H0)

Rancangan acak lengkap in time

Uji ANOVA rancangan acak lengkap (RAL) in time digunakan untuk mengetahui pengaruh antara perlakuan yang diberikan terhadap unit uji dengan melibatkan waktu pengamatan terhadap suatu objek. Pada penelitian ini dilakukan uji ANOVA rancangan acak lengkap in time, yakni uji ANOVA terhadap perbedaan konsentrasi nitrogen yang berbeda dengan jumlah heterokis pada Anabaena azollae. Rancangan acak lengkap in time disajikan dalam bentuk tabel sidik ragam (Tabel 3).

Tabel 3 Tabel sidik ragam RAL in time

Sumber Keragaman Derajat Bebas Jumlah kuadra t (JK) Kuadrat Tengah (KT) Fhitung Ftabel
Perlakuan (a) a-1 JKA KTA KTA/KTG F(V1, V2)
Waktu (b) b-1 JKB KTB
Perlakuan*Waktu (a-1)(b-1) JKAB KTI
Galat Perlakuan (a) a(r-1) JKG (a) KGI (a) KTAI/KTG (a)
Galat Waktu (b) (ab-b)(r-1) JKG (b) KTG (b)
Total abr-1 JKT

Sumber : Mattjik dan Sumertajaya (2000)

Hipotesis:

H0 : μ1 = μ2 = μ3 ; perlakuan konsentrasi nitrogen berbeda tidak berpengaruh terhadap jumlah heterokis

H1 : Setidaknya ada satu perlakuan konsentrasi nitrogen berbeda berpengaruh terhadap terhadap jumlah heterokis

Kesimpulan H0 = Fhitung<Ftabel (Tolak H0)

H1 = Fhitung>Ftabel (Gagal Tolak H0/ Terima H0)

Uji lanjut Duncan multiple range test (DMRT)

Menurut Mattjik dan Sumertajaya (2000), jika dalam kesimpulan uji pengaruh diketahui bahwa perlakuan dan/atau waktu pengamatan memberikan pengaruh yang berbeda nyata, maka selanjutnya dilakukan uji pembandingan berganda (uji lanjut) untuk menentukan perlakuan dan/atau waktu pengamatan mana yang memberikan pengaruh. Dengan demikian dapat diketahui konsentrasi nitrogen mana yang memiliki pengaruh berbeda nyata terhadap perubahan jumlah heterokis pada Anabaena azollae. Uji lanjut yang digunakan adalah Duncan multiple range test (DMRT) atau uji perbandingan berganda Duncan.

Bersambung ke Bagian 6 Baca Selengkapnya atau kembali ke Bagian 1 Baca Selengkapnya


Sumber Tulisan : Goran Suryanti Afifah Sulaiman
Judul Materi : DINAMIKA SEL HETEROKIS PADA Anabaena azollae DALAM MEDIA DENGAN KONSENTRASI NITROGEN BERBEDA
Kata kunci : Anabaena azollae, Azolla sp., Heterokis

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *