Bag 4 : Sel Heterokista Pada Anabaena Azollae Mengikat Nitrogen

Jumlah sel Anabaena azollae (yang Mengikat Nitrogen)

Pencacahan heterokis dilakukan untuk menghitung dan melihat perbandingan antara jumlah sel heterokis dan sel vegetatif (mengikat nitrogen) pada setiap perlakuan (media dengan konsentrasi nitrogen berbeda). Pencacahan heterokis dilakukan pada hari ke-0 (H0) untuk melihat jumlah heterokis sebelum diberi perlakuan. Setelah diberi perlakuan, pengamatan dilakukan 2 hari sekali dimulai dari hari ke-4 penelitian. Hal ini sesuai dengan Handajani (2011) yang menyebutkan bahwa jumlah heterokis pada hari pertama hingga ketiga pengamatan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Pengamatan Anabaena azollae dilakukan dengan memisahkan Anabaena azollae dari Azolla sp. yang merupakan inangnya. Sampel Azolla sp. digerus kemudian diberi akuades. Penggerusan dilakukan agar Anabaena azollae yang hidup dalam rongga tubuh Azolla sp. dapat terpisah. Anabaena azollae yang telah terpisah dari Azolla sp. ditempatkan pada kaca objek dan diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x. Selanjutnya dilakukan pengamatan dan pencacahan terhadap sel heterokis dan sel vegetatif pada contoh. Contoh yang diamati adalah sebanyak 1000 sel dari setiap perlakuan. Setiap contoh yang diambil dari masing-masing akuarium dilakukan pengamatan dengan tiga kali ulangan.

Nitrogen total Kjeldahl

Analisis nitrogen total Kjeldahl (TKN) dilakukan untuk melihat perubahan nitrogen total (amonium dan protein) pada organisme uji. Analisis TKN dilakukan pada awal dan akhir pengamatan. Pada awal pengamatan, analisis dilakukan menggunakan contoh yang diambil dari inokulan sebanyak 5 gram yang mewakili seluruh data awal sebelum diberi perlakuan. Pada akhir pengamatan (hari ke-21), analisis mengikat nitrogen total Kjeldahl dilakukan dengan mengambil contoh dari tiap wadah perlakuan untuk diekstrak (SNI 1992).

Kandungan unsur hara dan kualitas air

Pengukuran kandungan unsur hara (NH3, NH4+, NO3, NO2, dan PO4) dan kualitas air dilakukan untuk melihat perubahan konsentrasi mengikat nitrogen dan ortofosfat pada media hidup organisme uji. Pengukuran tersebut dilakukan dengan mengambil contoh dari media cair organisme pada setiap perlakuan, kecuali amonium (NH4+). Amonium dihitung dari nilai TAN yang merupakan nilai amonia bebas dan amonium (Lampiran 3). Parameter kualitas air, yang meliputi suhu, pH, dan intensitas cahaya diukur dengan menggunakan instrumen. Satuan, metode, dan alat yang digunakan dalam analisis unsur hara dan pengukuran parameter kualitas air disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1 Satuan, metode, dan alat untuk pengukuran kualitas air

Parameter Unit Metode Alat ukur
Suhu oC Probe elektroda Termometer
pH Probe elektroda pH-meter
Intensitas Cahaya lux Luxmeter
Nitrit mg/L Indophenol* Spektrofotometer
Nitrat mg/L Brucine* Spektrofotometer
TAN mg/L Phenate* Spektrofotometer
PO4 mg/L Molybdate Ascorbic Acid* Spektrofotometer

Sumber : Eaton (2005)

Biomassa

Biomassa yang ditimbang adalah bobot basah Azolla sp. Pengukuran biomassa Azolla sp. dilakukan untuk melihat pengaruh proses fiksasi nitrogen dan perubahan jumlah heterokis, terhadap pertumbuhan dan perkembangan Azolla sp. pada masing-masing perlakuan. Pengukuran biomassa dilakukan pada awal (H-0) dan akhir (H-21) pengamatan.

Bersambung ke Bagian 5 Baca Selengkapnya atau kembali ke Bagian 1 Baca Selengkapnya


Sumber Tulisan : Goran Suryanti Afifah Sulaiman
Judul Materi : DINAMIKA SEL HETEROKIS PADA Anabaena azollae DALAM MEDIA DENGAN KONSENTRASI NITROGEN BERBEDA
Kata kunci : Anabaena azollae, Azolla sp., Heterokis

One Comment

  1. business infographic designer Oktober 13, 2016 Reply

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *