Bag 3 : Sel Heterokista Pada Anabaena Azollae Mengikat Nitrogen

Azolla sp. merupakan jenis tanaman air yang memiliki kemampuan bersimbiosis dengan alga biru (Anabaena azollae). Bentuk simbiosis dari Azolla- Anabaena adalah terjadinya fiksasi N2 dari udara dan reduksi N2 menjadi senyawa nitrogen (amonium) yang dimanfaatkan oleh kedua organisme tersebut. Fiksasi nitrogen pada Anabaena azollae dilakukan pada sel heterokis. Konsentrasi nitrogen yang berbeda pada media hidup Azolla sp. akan menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah sel heterokis yang terbentuk. Pada umumnya, sel heterokis akan berkembang pada lingkungan dengan kadar nitrogen rendah. Cahaya, kualitas air (pH dan suhu), serta konsentrasi fosfat dan nutrien lainnya dalam perairan berpengaruh terhadap kemampuan sel heterokis dalam memfiksasi nitrogen dari udara. Berdasarkan hal terebut perlu dipelajari dinamika sel heterokis pada Anabaena azollae dalam media dengan konsentrasi nitrogen berbeda, serta kandungan nitrogen pada Azolla sp., yang di dalamnya terkandung Anabaena azollae, dalam bentuk nitrogen total (nitrogen total Kjeldahl), yang terbentuk pada akhir pengamatan. Uraian tersebut disajikan pada Gambar 1.

Skema perumumusan masalah dinamika sel heterokis pada Anabaena azollae dalam media dengan konsentrasi nitrogen berbeda
Gambar 1. Skema perumumusan masalah dinamika sel heterokis pada Anabaena azollae dalam media dengan konsentrasi nitrogen berbeda

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika sel heterokis pada Anabaena azollae yang bersimbiosis dengan Azolla sp. dalam media dengan konsentrasi nitrogen berbeda

Penumbuhan biota uji dan penyiapan media cair

Azolla sp. yang akan dijadikan sebagai biota uji diperoleh dari kolam tanaman air daerah Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Azolla sp. yang diambil kemudian ditumbuhkan dan diperbanyak untuk dijadikan inokulan dalam penelitian. Azolla sp. diperbanyak pada kondisi semi-outdoor dengan kondisi lingkungan (suhu dan intensitas cahaya) yang dapat ditolerir oleh organisme tersebut. Azolla sp. dapat berkembang dengan baik pada kisaran suhu 20-35°C, pada intensitas cahaya berkisar antara 25-50% dari penyinaran matahari penuh dengan intensitas cahaya 15 klux selama 12 jam setiap hari (Watanabe 1978).

Organisme yang akan dijadikan inokulan adalah Azolla sp. dengan usia 13-15 hari. Usia Azolla sp. dapat dilihat dari jumlah akar pada tanaman. Pada usia 13-15 hari, akar Azolla sp. berjumlah 3-4 batang. Inokulan yang dipilih sebagai biota uji kemudian dibilas akuades, selanjutnya direndam dengan kalium permanganat 20 mg/L selama 60 menit (Mursalin 2007). Tujuan perendaman adalah untuk mengurangi jumlah hama dan penyakit, sehingga Azolla sp. yang akan ditebar memiliki kondisi awal yang seragam sebelum diberi perlakuan.

Penyiapan wadah dilakukan dengan memposisikan wadah secara acak . Wadah yang digunakan adalah akuarium yang memiliki ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm, akuarium diisi dengan air sampai dengan ketinggian 25 cm (volume 22,5 liter). Media cair disiapkan dengan melarutkan pupuk pada masing-masing akuarium berisi air sesuai dengan konsentrasi yang ditentukan. Dilakukan pengadukan perlahan untuk memastikan pupuk terlarut dengan air pada wadah.

Kegiatan penelitian

Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) in time. RAL in time untuk melihat pengaruh antara perlakuan (sumber nitrogen yang berbeda) yang diberikan terhadap unit uji (jumlah sel heterokis), dengan melibatkan waktu pengamatan. Rancangan ini melibatkan waktu pengamatan terhadap organisme uji dengan harapan mampu melihat perkembangan respon selama penelitian. Pada penelitian ini, pengamatan terhadap respon heterokis dalam setiap satuan percobaan dilakukan sebanyak 11 kali dalam waktu berbeda selama penelitian. Parameter uji biomassa dan total nitrogen Kjeldahl pada penelitian ini di ujikan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Rancangan acak lengkap digunakan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap unit uji tanpa melibatkan waktu pengamatan. Penelitian dipersiapkan dengan 3 perlakuan, 3 ulangan dan dilaksanakan selama 21 hari.

Sumber nitrogen yang digunakan sebagai perlakuan adalah ZA (Zwavelzuur Amoniak), dan sebagai sumber fosfor adalah TSP (Triple Super Phosfat). Konsentrasi pupuk ZA dalam bentuk nitrogen yang digunakan sebagai perlakuan adalah 0 mg/L N, 5 mg/L N, dan 10 mg/L N, sedangkan konsentrasi TSP dalam bentuk fosfor yang digunakan sama untuk semua perlakuan 30 mg/L P. Dilakukan perhitungan untuk menentukan jumlah pupuk yang digunakan untuk mendapatkan konsentrasi tersebut (Lampiran 2).

Inokulan yang ditebar pada masing-masing wadah adalah sebesar 5 gram. Bobot yang digunakan merupakan bobot basah tanaman, yang dipersiapkan sebagai berikut. Tanaman ditiriskan dengan menggunakan kain kasa selama 2 menit untuk mengurangi kandungan air. Sebelum penebaran inokulan, dilakukan pengukuran kandungan total nitrogen dengan metode keljdahl (TKN) pada organisme uji dan pengukuran unsur hara (NH3, NO3, NO2, dan PO4) pada media cair. Setelah penebaran inokulan, selanjutnya dilakukan pengukuran parameter kualitas air (pH dan suhu) dan intensitas cahaya.

Bersambung ke Bagian 4 Selengkapnya atau kembali ke Bagian 1 Baca Selengkapnya


Sumber Tulisan : Goran Suryanti Afifah Sulaiman
Judul Materi : DINAMIKA SEL HETEROKIS PADA Anabaena azollae DALAM MEDIA DENGAN KONSENTRASI NITROGEN BERBEDA
Kata kunci : Anabaena azollae, Azolla sp., Heterokis

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *