Anggrek Vanda Tricolor Indonesia Spesies Anggrek Endemik

Anggrek Vanda tricolor spesies anggrek endemik di kawasan lereng Gunung Merapi. Anggrek Vanda tricolor indonesia tumbuh baik pada ketinggian 800-1.700 mdpl, khususnya di hutan yang cukup terbuka. Namun demikian, spesies ini mampu beradaptasi seperti pada saat fase berbunga dengan sempurna pada ketinggian 200-300 mdpl. Vanda ini dapat dijumpai di Jawa Barat hingga Pulau Bali, bahkan dilaporkan ditemukan juga di Negara Laos (Metusala, 2006).

Anggrek Vanda tricolor berbatang bundar, panjang dan kokoh. Tinggi tanaman dapat mencapai 2m, daun berbentuk pita agak melengkung dengan ujung daun rumpang bersudut tajam dengan lebar sekitar kurang lebih 3 cm dan panjang mencapai 45 cm, tersusun saling bergantian pada batang yang tumbuh tegak. Tandan bunga bisa mencapai 50 cm yang menyangga 10-20 kuntum bunga yang muncul dari ketiak daun, sepal dan petal berwarna dasar antara putih dan kuning dengan corak totol berwarna coklat hingga kuning, dengan totol-totol merah keunguan. Diameter bunga anggrek Vanda tricolor bisa mencapai 10 cm, bunga mampu bertahan hingga 20-25 hari. Bunga anggrek Vanda tricolor berbau harum, aroma harum ini sangat di pengaruhi oleh ketinggian tempat hidupnya, di dataran tinggi aromanya sangat kuat dan semakin turun ke dataran rendah aromanya akan semakin berkurang (Metusala, 2006).

Anggrek Vanda tricolor sebenarnya cukup mudah untuk dibudidayakan, namun demikian tetap membutuhkan keterampilan dalam proses budidya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbanyak tanaman anggrek Vanda tricolor, namun secara garis besar perbanyakan anggrek Vanda tricolor dibedakan menjadi dua cara, yaitu perbanyakan generatif dan perbanyakan vegetatif. Perbanyakan generatif pada anggrek Vanda tricolor ialah dengan menggunakan biji. Secara alami tempat penyebaran biji anggrek Vanda tricolor ini hanya di sekitar akar atau tempat tumbuh ketika buah terbelah dan biji-biji bertebaran, namun terkadang anggrek Vanda tricolor bisa tumbuh di tempat yang agak jauh ketika biji-biji anggrek Vanda tricolor Indonesia terbawa oleh angin, serangga, atau hewan lainnya. Biji anggrek Vanda tricolor yang dihasilkan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk tumbuh sebagai bibit. Sementara itu penyebaran biji dengan teknologi yang cukup modern bisa dilakukan, seperti yang dilakukan di laboratorium khusus (Parnata,2005).

Perbanyakan vegetatif dilakukan dengan cara megambil bagian tanaman lalu menanamnya secara terpisah dari induknya. Perbanyakan ini dapat menghasilkan keturunan yang sifatnya sama dengan induknya. Beberapa cara perbanyakan vegetatif yang biasa dilakukan ialah pemisahan rumpun, menggunakan keiki (anakan yang tumbuh liar di ujung umbi), menggunakan stek, dan kultur in vitro. Perbanyakan secara in vitro dapat digunakan untuk perbanyakan generatif dan juga perbanyakan vegetatif.

Anggrek Vanda Tricolor Indonesia
Gambar : Anggrek Vanda Tricolor
Kingdom : Plantae
Order : Asparagales
Family : Orchidaceae
Subfamily : Epidendroideae
Tribe : Vandeae
Subtribe : Aeridinae
Genus : Vanda
Species : Vanda tricolor

Perbanyakan secara kultur in vitro dapat menghasilkan bibit anggrek Vanda tricolor dalam jumlah yang lebih banyak dibanding perbanyakan dengan cara lain (Republika, 2003). Pada penelitian yang dilakukan oleh Dwiyani, dkk (2013) yaitu penelitian tentang induksi kalus pada tanaman anggrek Vanda Tricolor Indonesia untuk upaya penyediaan target transformasi melalui agrobacterium tumefaciens, hasil penelitian yang didapat menunjukkan perlakuan menggunakan eksplan batang dan medium tanpa sukrosa memberikan hasil yang lebih baik untuk pembentukan kalus secara kuantitatif maupun kualitatif.

Lihat Juga : Spesies Pakis Air Azolla Pinnata R Br

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *